“Fred Durst”

Fred Durst Menerjang Penonton Kelas Festival

Zurich Jumat malam akhir Maret 2004. Hallen Stadion dikuasai sedikitnya 5.000-an ABG. Begitu lampu dipadamkan, gemuruh dan histeria membahana di gedung yang biasanya digunakan balap sepeda itu. Malam itu, Limp Bizkit, yang empunya hip metal asal Amerika, beraksi di Swiss dalam lawatan serangkaian Result May Vary Tour 2004.
Histeria makin memuncak ketika terdengar tembang ”Re Entry” dan lampu biru kehijauan mulai memendar dari balik kelambu hitam yang menutup panggung. Begitu kelambu perlahan terangkat, puncak kekaguman makin tumpah kepada laki-laki berkaos ketat, celana katun sedengkul, sepatu adidas serta topi gelap yang berdiri di atas panggung. Dialah William Frederick Durst, vokalis sekaligus komandan Limp Bizkit.
Sayatan gitar Mike Smith langsung meluncur, mengantarkan salah satu tembang hits-nya, ”My Generation”. Teriakan campur tangisan membaur jadi satu. Fred Durst toh tetap santai. Gerakannya tidak segarang musiknya. Bahkan dia juga sanggup tampil agak lucu. Membungkuk, mengangguk-angguk, menekuk lutut, melipat siku atau jalan terpatah-patah. Apalagi ketika memasuki refrain, Fred Durst menari seperti orang mabuk, gabungan break dance dan gaya Jacky Chan dalam The Drunken Master. Sementara kualitas vokalnya malam itu cukup sempurna. Ia tak hanya mampu bermain-main dalam nada tinggi, namun juga sesekali melolong seperti serigala di malam purnama.
Mike Smith yang menggantikan posisi Wes Borland, tampil kesetanan. Selain headbanging, kakinya juga menyepak-nyepak, menirukan kuda liar. Sementara Sam Rivers, bassis, seperti merasa cukup dengan headbanging. Di sisi atas, DJ Lethal cuma terlihat kepala dan bahunya yang megal-megol. John Otto nyaris tenggelam di antara perangkat dramnya.
”Hello Switzerland,” begitu sapa Fred Durst setelah ”My Generation” usai. Bekas tukang tato itu mengaku malam itu mood-nya sedang memuncak. Durst berjanji akan tampil sebaik mungkin. Kendati suasana hatinya membaik, tetap saja sumpah serapahnya menyembur, seperti sejumlah lirik lagunya yang kerap dianggap kasar.
Tanpa diduga, Peter Durst mendekati bibir panggung, melompati pagar pembatas dan menerjang ke tengah lautan penonton di kelas festival. Lampu sorot pun kesulitan menangkap tubuhnya yang tenggelam di antara ribuan penonton itu. Tiba-tiba ia muncul di atas panggulan punggung penonton dan mulai menyanyi ”Gimme The Mic”. Di sela-sela itu, Durst minta lampu panggung yang semula temaram untuk dinyalakan. ”Give me the light, give me the light”, teriaknya. Barulah terlihat jelas Durst beraksi di lautan manusia itu. Akibat aksi nekat ini, begitu lagu ini usai, panggung sempat kosong beberapa menit. Rupanya Fred Durst memerlukan waktu untuk menemukan kembali panggungnya. Berkat bantuan bodyguard-nya, Fred pun akhirnya selamat.
Lagu berikutnya beraliran keras, ”Eat You Alive”. Meski keras, lampu panggung tetap dibuat syahdu. Suasana makin syahdu ketika kelompok ini memilih tembang ”Lonely World” untuk lagu selanjutnya. Dan penonton kembali gemuruh saat meluncur ”My Way”, salah satu hits-nya yang ditakik dari album Chocolate Starfish and The Hot Dog Flavored Water. Fred mengajak penonton melonjak-lonjak.
Ketika memasuki tembang ”Underneath The Gun”, Fred Durst kembali mendekati pemujanya. Kali ini ia memilih penonton di tribun, bukan di kelas festival. Sambil bernyanyi, laki-laki yang dikenal kurang stabil namun cerdas ini, kluyuran di antara bangku penonton. Sekali di sisi kiri, kemudian berpindah ke tribun sebelah kanan. Ketika Mike Smith menyalakan solo gitarnya, Durst malah glundungan di lantai tribun, seperti anak kecil.
Komunikatifnya Fred Durst malam itu juga terjadi ketika ia mengundang penonton cewek ke atas panggung. Come on, my stage is your stage too, teriaknya. Dan puluhan penonton perempuan pun berloncatan ke atas panggung. Sedikitnya 20 penonton perempuan itu bergoyang di panggung bersama Fred Durst. Usai mengundang puluhan penonton perempuan ke atas panggungnya, Fred Durst meluncurkan ”Faith”. Setelah meluncurkan tembang karya George Michael ini, Limp Bizkit pun mundur ke belakang panggung.
Dagelan ala Limp Bizkit muncul ketika Fred Durst menenteng gitar akustik dan bernyanyi sendirian. Lagunya cuma memuja-muji Swiss. Tiba-tiba muncul DJ Lethal sambil menyemburkan asap rokoknya. ”DJ Lethal is such bad boy,” tutur Durst. Tapi jangan khawatir, itu bukan mariyuana, cuma lebih ringan, tambah Durst sambil cengar-cengir. DJ Lethal malah tiduran di lantai panggung sambil terus menikmati rokoknya, sementara Durst meneruskan lagunya yang agak fals itu. Di akhir tembangnya, Durst tiba-tiba meneriakkan makian khasnya kepada publiknya. Toh, penonton malah terpingkal-pingkal mendengarnya.
Detik selanjutnya, muncul tembang ”Behind The Blue Eyes”. Tembang balada lawas karya Roger Dartley The Who ini memang diaransir ulang oleh Fred Durst. Sayang, petikan gitar akustiknya berasal dari mesin, bukan ala Mike Smith. Tembang lawas daur ulang inilah membuat nama Limp Bizkit makin kukuh di Swiss. Usai tembang ini, panggung menyala benderang. Penonton mengira aksi Limp Bizkit berakhir.
Ternyata mereka muncul lagi membawakan ”Almost Over”, salah satu lagu andalan dalam album terbaru, The Result May Vary. Kali ini, tata cahaya didominasi warna terang. Disusul tembang lawas Elvis Presley yang berirama rock n roll.
Lagu pamungkas dipilih tembang ”Rollin`” yang gemuruh itu. Kelima personel ini pun pamitan. Penonton seperti terpaku beberapa saat, terpesona kekaguman, sebelum akhirnya beranjak pergi. Jika pun ada cacat dalam konser ini, hanyalah jeda waktu yang terbilang agak lama di antara pergantian lagu-lagunya. Tidak ada, misalnya, sambungan lagu yang satu ke lagu berikutnya.

~ by setyobd88 on September 4, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: